Selasa, 11 Agustus 2020

BERMAIN BADMINTON BERSAMA KELUARGA

Oleh Arisda H R Minggele

Saat aku bersama bapak beli mainan ditoko aku lihat mainan badminton aku langsung tertarik untuk membelinya, aku bilang sama bapak ‘bapak enduk beli mainan badminton ini ya’, bapak bilang ‘enduk mau mainan yang itu? ‘iya pak enduk suka yang itu’.’oke nduk, ambil aja  nduk ’. akhirnya aku ambil  mainan itu. Aku senang sekali dapat mainan itu, sampe rumah aku langsung main bersama bapak. Sayangnya, aku kalah melawan bapak dalam pertandingan badminton. Setelah bapak capek aku menantang ibuku buat tanding badminton 3set. Dipertanding ini set pertama di menangakan oleh ibuk dan set kedua aku yang menang set ke tiga ibuk yang menang.

Pada pagi hari aku mengajak kak salma dan kak tika bermain badminton. Kita bermain sangat seru sekali, tiba-tiba kak hamdan datang buat menantang aku sama kak tika. Aku pake raket mainan dan kak hamdan juga pake raket mainan tapi kak tika pake raket betulan, dan koknya pake kok mainan.dan saat itu aku keluar untuk mengambil air minum di dalam rumah,saat aku keluar kak hamdan dan kak tika bermain badminton sangat sengit aku pun hanya menonton dengan kak salma tiba-tiba kak hamdan langsung semes dan saat itu pun raketku mainanku langsung rusak dan jebol aku pun sangat kecewa dan sedih kak hamdan langsung minta maaf kepadaku aku pun memaaf kanya. Saat itu pun aku tidak lagi bermain badminton malam hari pun tiba aku melihat raket betulan dirumah kakakku.

Akupun meminta raket kepada ibuk ku. Iya besok ya nduk. Keesokan harinya jam 09.30 sesuai janji ibuku aku dibelikan raket warna merah, hijau dan 2 kok, setelah azan dzuhur saya diajak ibuk untuk sholat setelah sholat saya menantang kak salma untuk badminton, lalu kak tika datang dan langsung mengajari ku bermain badminton. Lalu kak hamdan datang dan menantang ku bermain badminton aku hampir menang tapi aku dipanggil oleh ibuku untuk makan siang jam 13.30, aku langsung tidur dari jam 14.00 sampai jam 15.30. Aku pun bangun dan langsung sholat ashar, aku mendengar suara kak tika, kak hamdan, dan kak salma bermain bandminton bertiga aku mengambil raket dan langsung mengikuti mereka ke halaman rumah. Setelah itu kak tika dan kak salma terkejut melihat aku mengikuti mereka ke halaman rumah. Demikian cerita keseharianku dalam mengisi liburan sekolah saat pandemic covid-19 ini.

 

Senin, 10 Agustus 2020

PERPUSTAKAANKU

Berbicara tentang perpustakaan, ingatanku langsung kembali jauh ke kota kelahiranku di kota karang yakni kota Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal menarik yang mengingatkanku yakni ketika bersekolah di SMPN 1 Kota Kupang, kami beberapa kali ditugaskan oleh Guru untuk mengunjungi Perpustakaan daerah guna mencari referensi tentang beberapa tugas dari mata pelajaran sejarah.

Jarak dari sekolah ke perpustakaan daerah sekitar 1,1 Km yang pada waktu itu kami tempuh dengan berjalan kaki bersama teman-teman sekelas. Kenangan ini begitu kuat tertanam di benak saya secara pribadi, hal itu dikarenakan ketika memasuki ruangan perpustakaan daerah itu banyak tersedia buku-buku yang tersusun rapi di rak-rak kayu.

Di perpustakaan daerah yang kami kunjungi itu tersedia begitu banyak buku menurut saya pada tahun 1997 karena sebagai anak usia remaja yang ingin mengetahui sesuatu begitu mudah ketika memasukinya. Ada satu sudut ideal menurutku yakni tempat dimana tersusun rapi buku-buku cerita anak atau komik tentang cerita kolosal seperti si buta dari gua hantu, wiro sableng, hingga cerita rin tin tin.

Beberapa hari yang lalu saya mendapat informasi dari sosial media yakni Instagram Perpusnas tentang adanya ajang perlombaan opini 40 tahun perpustakaan nasional, hal ini memancing saya untuk ikut serta dalam ajang ini. Kembali pada perpustakaan daerah yang ada di NTT tadi, berdasarkan keputusan presiden nomor 50 yang dikeluarkan pada tanggal 25 desember 1997 (RI, 1997) perpustakaan daerah di ubah menjadi perpustakaan nasional provinsi dan dinaikkan statusnya dari (Eselon III a menjadi Eselon II), sampai dengan tahun 2001.

Selanjutnya sejalan dengan perubahan otonomi daerah maka pada tahun 2001, berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 42 Tahun 2001, tanggal 22 Agustus 2001, tentang pembentukan organisasi dan tata kerja Badan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi Badan Perpustakaan Provinsi NTT. Perubahan-perubahan ini sangat diperlukan mengingat kebutuhan pelajar akan referensi yang sangat memadai itu tidak dapat dipungkiri.

Kepala Badan Perpustakaan Daerah NTT Melkhianus Lima di Kupang (Kompas, 2008) mengatakan bahwa jumlah kunjungan pelajar, mahasiswa dan dosen di perpustakaan daerah itu sekitar 700-1200 orang per hari dan ini merupakan kunjungan yang terbesar di Provinsi NTT. Diantara para pengunjung ada yang sudah menjadi anggota perpustakaan dan memiliki kartu anggota tetap, tetapi ada pula yang belum jadi anggota.

Mereka ini diberi kesempatan meminjam buku masing-masing anggota dua judul per hari selama tujuh hari. Jika mereka ingin lebih dari dua buku maka buku berikut hanya dapat dikopi," kata Lima. Mereka yang bukan anggota hanya diperkenankan membaca dan mengkopi tetapi hanya bagian-bagian tertentu dan tidak diperkenankan buku itu dikopi secara keseluruhan.

Selain itu jumlah judul buku di perpustakaan daerah NTT sampai dengan Juni 2008 sebanyak 94.869 terdiri dari 238 084 eksemplar. Jumlah ini terdiri dari buku-buku umum 87.968 judul (216.764 eksemplar) dan deposit (tentang NTT) 6.901 judul (21.320 eksemplar).

Pada tahun 2019 yang lalu perpustakaan provinsi NTT melakukan beberapa inovasi diantaranya dengan melakukan kegiatan pelayanan membaca oleh mobil perpustakaan keliling di area car free day di jalan Eltari Kota Kupang. Hal ini sangat menarik jumlah peminat dan pengunjung.

     Kepala Dispusip Tri Heru Setiati, SH, SPi mengatakan, wisata literasi tersebut bertujuan untuk membangun pemikiran, bahwa perpustakaan bukan hanya tempat belajar sepanjang masa. Kali ini, pihaknya membuat inovasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat terutama para pelajar, yakni dengan menjadikan perpustakaan tempat berekreasi.

Dia menghimbau agar pemikiran tentang perpustakaan sebagai tempat koleksi buku, bisa diubah sebagai tempat berekreasi yang menarik dan bisa menjadi pusat aktivitas bermanfaat. “Ayo main ke perpus, ada science, literasi, mendongeng, menggambar juga bermain.

Perpustakaan itu seru lho! Tempat bermain sambil belajar ya di sini. Apalagi ada Ibu Ida Susanti, Ayah Salwa dan Teh Elies (pendongeng dan aktifis literasi), membuat suasana belajar semakin asik,” ajak Kadispusip itu. Atas inovasi tersebut, Tri Heru berharap ruang perpustakaan bisa lebih representatif dan memadai untuk berbagai aktivitas belajar masyarakat, melalui media literasi.

Berdasarkan paparan inovasi baik yang dilakukan oleh perpustakaan provinsi NTT dan juga inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan daerah bandung dapat kita ketahui bahwa perpustakaan senantiasa berusaha untuk menyesuaikan dengan era.

Dimana pada saat era milenial seperti sekarang ini peran perpustakaan masih sangat penting dan dibutuhkan untuk semua kalangan baik dari anak-anak hingga orang dewasa. Terakhir inovasi yang saya ketahui terkait prosedur mendaftar menjadi anggota perpustakaan nasional yang begitu mudahnya cukup dengan mengakses lewat link https://keanggotaan.perpusnas.go.id/daftar.aspx menunjukkan bahwa perpustakaan nasional telah jauh berubah.

Informasi ini saya peroleh ketika berkuliah dengan salah satu dosen yang telah mencoba dan sukses untuk mendaftarnya. Manfaat lain dari memiliki kartu anggota perpustakaan nasional ini adalah kita dapat mengakses untuk mendowload buku-buku ilmiah yang dapat dijadikan referensi untuk penulisan tugas akhir perkuliahan dalam bentuk soft file pdf maupun word doc. Selain itu ada juga banyak artikel-artikel penelitian yang memiliki indeks reputasi yang baik.

Perjalanan perpustakaan nasional Indonesia telah memasuki usia ke 40 tahun dimana ini merupakan suatu usia yang boleh dikatakan sudah cukup banyak dengan perubahan-perubahan yang juga dilakukan yang bisa kita lihat hasilnya sekarang ini.

Ketika saya ingin coba kunjungi perpustakaan daerah di Jogjakarta antrian untuk memasukinya lumayan panjang hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan telah sukses menyesuaikan dirinya dengan para pengunjung. Yang notabene para pengunjung ini berasal dari para anak-anak hingga usia dewasa dimana mereka sangat menggandrungi dunia gadget.

Salah satu langkah menarik yang dilakukan oleh perpustakaan nasional adalah dengan menyiapkan tempat charger di banyak tempat untuk para pengguna gadget, laptop dan alat elektronik lainnya serta yang utama adalah kebebasan dalam mengakses internet dengan menyediakan wifi gratis.

Hal ini membuat para pengunjung perpustakaan nasional baik dari kalangan anak-anak hingga dewasa sangat menikmati, enjoy bahkan betah untuk berlama-lama berada di perpustakaan. Selain itu juga terdapat beberapa sarana umum diantaranya toilet, ruangan untuk beribadah seperti musholla dan tempat-tempat duduk untuk pengunjung yang dimodifikasi dengan tampilan yang menarik.   

Boleh saya simpulkan bahwa meskipun dunia telah banyak berubah dari era dimana tulang belulang digunakan sebagai alat tulis, kemudian paparus, pelepah daun, hingga kertas dan sekarang telah menjadi elektronik, perpustakaan akan senantiasa eksis.

Selamat ulang tahun yang ke 40 perpustakaan nasional Ku semoga semakin Berjaya ke depannya dan selalu berinovasi dalam mengemban tugas untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

 Referensi

Kompas. (2008). Perpustakaan Daerah Provinsi NTT Hanya Dikunjungi Pelajar. Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2008/09/12/07320872/perpustakaan.daerah.provinsi

RI, K. N. 5. (1997). Kepres RI No. 50. Retrieved from http://ppidarpus.ppid.nttprov.go.id

Rabu, 05 Agustus 2020

Kado Hari Anak Nasional

Menyambut hari anak nasional yang lalu, membuat saya ingin memberikan sebuah hadiah berupa tulisan tentang fenomena para peserta didik yang mengalami banyak kendala dalam proses pembelajarannya.
https://yogyakarta.jatimtimes.com/opini/219301/20200723/125200/belajar-dari-rumah-pemerintah-desa-bagusnya-pasang-wifi-gratis
Tulisan diatas menurut kabar terkini telah ditindak lanjuti oleh Ibunda Gubernur Jatim tapi bukan karena tulisan saya di atas lho 😊🙏
Alhamdulillah, saya haqqul yakin bahwa usaha memperbaiki pendidikan putra/i kita akan terus digalakkan oleh para stakeholder, langkah berikutnya yakni peran kita selaku orang tua serta lingkungan masyarakat juga harus lebih pro aktif untuk menyukseskan generasi emas bangsa Indonesia yang akan datang.

Latihan Dimensi Tiga dengan Program Geogebra

Tutorial Melakukan Kegiatan

Materi: Dimensi Tiga

Pertanyaan:

Diketahui kubus ABCD EFGH dengan panjang rusuk 2 cm. Tentukan jarak titik B ke bidang ACF!

Petunjuk Pengerjaan menggunakan Geogebra 6.0.

  •   Instal aplikasi geogebra 6.0 dengan icon ....  pada laptop/computer anda.
  • Buka aplikasi geogebra hingga muncul tampilan seperti berikut.

 

  • Gunakan icon               untuk membuat persegi dengan panjang sisi 2 cm pada grafik 2D seperti gambar di bawah ini.

 

  • Setelah itu klik untuk memunculkan view grafik 3D

 

  • Akan muncul tampilan seperti berikut.

 

  • Langkah berikutnya klik icon … agar terbentuk kubus dengan panjang rusuk 2 cm seperti gambar berikut.
  • Langkah berikutnya membuat diagonal dengan cara ketikkan pada kotak input segment[A,C] begitu juga untuk diagonal satunya dengan cara ketikkan pada kotak input segment[…,…]

 

  • Kemudian titik potong diagonal g dan h beri nama titik potongnya dengan I dengan cara pilih icon …
  • Langkah selanjutnya yaitu menampilkan bidang ACF dengan cara menulis pada kolom input yaitu ‘polygon[A,C,…] kemudian enter
     
  • Berikutnya membuat garis BH dengan cara menulis pada kolom input  …[B,H] kemudia enter maka akan muncul tampilan seperti berikut.
  • Selanjutnya membuat garis FI dengan cara menulis pada kolom input segment[…,…] kemudian enter, maka akan mucul seperti berikut.
     
  • Selanjutnya beri nama perpotongan antara garis BH dan FI dengan nama J dengan cara memilih icon ‘intersect’
  • Langkah selanjutnya yakni pada kolom input ketikkan Jarak B = segmen[B,J] kemudian tekan enter maka hasilnya dapat kita lihat pada kolom algebra yakni hasilnya yaitu …

     

MODERASI BERAGAMA

Dalam memahami teks-teks agama, seringkali kita dihadapkan pada banyaknya perbedaan-perbedaan yang akhirnya dapat menyebabkan permusuhan dan...

Populer